Home » » Cerita sex 2010, [Ibu dan Anak Digagahi Dukun Cabul] Terperdaya Ritual Telanjang Sambil Tutup Mata

Cerita sex 2010, [Ibu dan Anak Digagahi Dukun Cabul] Terperdaya Ritual Telanjang Sambil Tutup Mata

CERITA SEX 2010Kedatangan EW bersama suami dan anak gadisnya ke kantor reserse dan kriminal pada siang akhir pekan kemarin membuat beberapa petugas polisi Polresta Barelang geleng-geleng kepala. Polisi dibuat terperanjat dengan pengakuan EW, ibu rumahtangga berusia 31 tahun yang mengaku disetubuhi seorang dukun cabul berinisial A. Lebih heran lagi, anak yang dibawa EW ketika melapor, sebut saja bernama Melati, juga diakui telah menjadi korban persetubuhan si dukun yang sama. Sekali pukul, ibu dan anak gadis itu mengaku diperdaya si dukun cabul.

Sumber POSMETRO di reserse mengungkap, kejadian tragis tersebut berawal ketika EW bermaksud berikthiar mencari kesembuhan sakit anaknya, Melati, yang duduk di sebuah SMP di Batam. Si ibu yakin, gadis berusia 16 tahun tersebut diguna-guna seseorang hingga sakit. Guna-guna harus dilawan guna-guna, A yang tempat praktiknya beralamat di Kampung Belimbing, Seipanas, pun didatangi.

Kedatangan EW bersama putrinya, tambah si sumber, pertama kali terjadi pada siang, 13 Juli silam. Ketika itu, tidak terjadi apa-apa, EW dan putrinya hanya mendapat wejangan-wejangan tertentu saja. Pada hari ketiga setelah pengobatan pertama, EW kembali mendatangi tempat praktik A. Setiba di sana, Melati langsung dibawa ke kamar dan disuruh oleh A agar mengikuti tahap demi tahap ritual yang dilakoni si dukun. Melati percaya begitu saja, sewaktu kedua matanya ditutup pakai selembar kain dalam keadaan terbaring.

Namun, setelah Melati sadar, ungkap si sumber, bukan main kagetnya dia. Ternyata, kondisi tubuhnya sudah telanjang tanpa mengenakan celana lagi. Bersamaan dengan itu, Melatih mendapat ancaman dari A agar tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun juga, termasuk keluarganya. Pungkasnya, sepulang dari kediaman A, Melati belakangan kerap merasakan kesakitan pada bagian kemaluannya.
Ironisnya, kendati sudah mondar-mandir berobat di alamat praktek A, akan tetapi penderitaan penyakit Melati tak kunjung sembuh. Tapi EW justru merasa penyakit anaknya kian parah. EW kerap melihat anaknya semakin murung dan suka menyendiri. Merasa cemas dengan kondisi kesehatan Melati, EW kemudian berusaha menghubungi A untuk menanyakan kelanjutan proses perobatan putrinya. Kemudian A menganjurkan supaya EW datang langsung ke tempatnya berpraktek, alasannya untuk menjalani ritual selanjutnya. Anjuran itu dituruti wanita yang juga tinggal di Seipanas tersebut.
Di satu hari, EW datang seorang diri ke tempat praktik A. Tiada rasa curiga, karena A berperilaku masih wajar-wajar saja dengan segala petuah tentang pengobatan yang wajib dilakoni keluarganya demi kesembuhan Melati. Tiba di hari kedua, EW kembali bertandang ke kediaman A. Kali ini, A menjelaskan beberapa ritual yang harus dilakukan EW agar anaknya bisa sembuh. Salah satunya, dengan mandi telanjang.
Karena ingin anaknya sembuh, EW pun menuruti saja perintah A yang menyuruhnya untuk mandi. A lekas memandikan EW dalam keadaan bugil. Sama halnya ketika menyetubuhi Melati, A kemudian menutup kedua mata EW dengan selembar kain. Di situlah EW digagahi. Kepada penyidik WE mengaku heran kenapa bisa begitu saja menuruti kemauan dukun A. ‘’Mungin saya kena hipnotis,’’ begitu kata EW sebagaimana ditirukan polisi.
Persetubuhan A terhadap EW tidak berlangsung satu kali saja. Sejak persetubuhan pertama, A kerap mengulangnya berkali-kali. Tidak di tempat dia praktik saja, persetubuhan juga beberapa kali dilakukan di beberapa hotel berbeda di Batam. Hingga kemudian EW akhirnya sadar telah terperdaya. Sadar telah menjadi korban pelecehan seksual A, EW akhirnya memutuskan melaporkannya ke polisi dalam perkara dugaan pemerkosaan. Tak cuma ia yang mengaku kesal dengan ulah A, trauma juga kini menimpa putrinya, Melati.
Kepala Polresta Barelang, Komisaris Besar Eka Yudha Sastriawan Minggu kemarin menegaskan, polisi sudah menyelidiki laporan EW dan mengantongi ciri-ciri pelaku. “Kita sudah menerima laporannya, tetapi pelakunya masih dalam lidik. Kita sudah tahu ciri-cirinya. Nanti saya cek lagi,” kata Eka saat ditelepon POSMETRO.(uka suara dinata/ams)

Kampung Blimbing, Cuma Ada Dukun Beranak
Tujuh wilayah rukun tetangga (RT) di Kampung Belimbing, Sei Panas, tak satupun orang mengenal dukun berinisial A. Setidaknya itulah penelusuran yang didapatkan POSMETRO, Minggu siang kemarin. Di sana, memang ada beberapa orang yang dikenal “sakti dan pintar”. Tapi, ‘“Adanya dukun perempuan untuk urut dan melahirkan,” jelas seorang wanita paruh baya yang menetap di Kampung Belimbing RT 04. Wanita itu mengaku sama sekali tidak pernah mendengar dukun berinisial A.
Jawaban yang sama juga POSMETRO dapati dari seorang pria yang sedang duduk di pos roda. “Kalau A, tidak ada tetapi kalau S ada. Dia orang Lombok dan memang bekerja sebagai orang pintar,” tuturnya. Sambil membenarkan posisi duduknya, pria tersebut bertanya kepada POSMETRO, “RT berapa dia?, tetapi setahu saya di sini tidak ada yang namanya A, apalagi dukun,” jelasnya lagi.(ams/ posmetrobatam)
Share/Save/Bookmark

Artikel Selanjutnya :



0 komentar:

Copyright © Perencanaan masa depan